Home / peristiwa / Burung Langka Di Sekap Di Paralon

Burung Langka Di Sekap Di Paralon

Burung Langka Di Sekap Di Paralon – Kematian 6 ekor burung nuri yang disekap di paralon menghidupkan ingatan pada nasib 11 ekor kakatua jambul kuning yang mati sesudah diselundupkan di botol air mineral. Penyelundupan unggas ini dinilai benar-benar biadab.

Terakhir, Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya membuka tindakan Polres Halmahera Selatan yang sudah mengamankan ekor nuri bayan serta 40 ekor kakatua yang juga akan diselundupkan dari Labuha, Maluku Utara.

Benar-benar malang nasib burung-burung yang juga akan diselundupkan ke Filipina itu. Mereka ada di paralon memiliki ukuran sempit yg tidak amat mungkin burung itu bergerak leluasa. Ada 6 ekor nuri yang lalu mati. Empat aktor penyelundupan saat ini ditahan.

” Dalam perjalanan yang cukup jauh (antarpulau) , jadi ada 6 ekor burung yang mati di perjalanan, ” sebut Siti pas disuruhi konfirmasi, Sabtu (18/11/2017) .

Penyelundupan seratusan ekor burung diawalnya juga dibongkar TNI AL dibawah deretan Satgas Dispamal serta Unit 1 Kejahatan serta Kekerasan di Laut Lantamal IV di Kepulauan Riau yang juga akan masuk ke Nongsa, Batam

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno menuturkan burung yang juga akan diselundupkan salah satunya burung murai, poksai, serta love bird. Burung itu dimasukkan ke 23 kotak. Satu kotak diprediksikan diisi 10-15 ekor burung.

Dua orang diamankan dalam masalah ini. ” Beberapa aktor coba gunakan kelengahan petugas. Saat kapal bergerak di perairan Batam, pada akhirnya tim berhasil menggagalkannya, ” kata Eko dalam tayangan pers pada detikcom, Selasa, 20 Juni 2017.

Pada 2015, beberapa puluh ekor kakatua jambul kuning akan diselundupkan ke Jakarta lewat langkah dijejalkan kedalam botol air mineral. Akibatnya, 11 ekor kakatua jambul kuning yang langka itu mati.

” Iya itu biadab tuch. Tega banget, ” kata Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan Siti Nurbaya Bakar berang pas disuruhi respon oleh detikcom pada Kamis, 7 Mei 2015.

Siti mengira kakatua itu dibius sepanjang perjalanan ada didalam botol. Demikian hingga ditempat arah, burung-burung itu dimasukkan ke kandang.

Modus menaruh didalam botol itu dikerjakan utk menjauhkan kontrol petugas. Dengan ada didalam botol, burung-burung itu tidak bertemura serta bisa disembunyikan di tas atau kantong besar.

Masalah penyelundupan dengan modus botol mineral tidaklah yang pertama. Sebelumnya, polisi telah membuka modus penyembunyian burung lewat langkah dimasukkan ke pipa bahkan juga ada yang disembunyikan di kaus kaki serta celana dalam.

Keadaan ini buat miris dunia. Populasi kakatua jambul kuning yang tersisa saat ini tidak lebih dari 7. 000 ekor. Perburuan serta perdagangan liar buat jumlahnya selalu menyusut tiap-tiap th.. Terutama, kakatua jambul kuning cuma dapat bertelur dua-tiga butir tiap-tiap th..

Padahal, dalam Undang-Undang RI No 5/1990 mengenai Perlindungan Sumber Daya Alam Hidup serta Ekosistemnya, ditata masalah larangan memperjualbelikan hewan langka. Di pasal 40 ayat 2, kalau tidak mematuhi Pasal 21 ayat 1 serta ayat 2 juga Pasal 33 ayat 3 bisa dipidana dengan hukuman penjara paling lama 5 th. serta denda paling banyak Rp 100. 000. 000 (seratus juta rupiah) .

Ketentuan itu lalu diperjelas dalam PP No 7 Tahun 1999. Lampiran dalam PP itu berisi nama hewan serta nama latinnya yang dilarang dipasarkan. Dalam daftar itu, kakatua jambul kuning masuk daftar yang dilarang keras diperjual-belikan. Hewan unik itu dibagi dalam dua model, ialah Cacatua galerita (kakatua putih besar jambul kuning) serta Cacatua sulphurea (kakatua kecil jambul kuning) .

About admin