Home / berita umum / Colour Run di Magetan Diramaikan Ribuan Kaum Milenial

Colour Run di Magetan Diramaikan Ribuan Kaum Milenial

Colour Run di Magetan Diramaikan Ribuan Kaum Milenial – Lebih kurang 12 ribu para milenial memeriahkan Color Run Millennial Road Safety Festival (MRSF) di Magetan. Pekerjaan ini jadi tempat kampanye tertata berlalu lintas buat mendesak kecelakaan.

Beberapa ribu para milenial dari kelompok pelajar serta mahasiswa memadati Jalan Yosonegoro, persisnya di muka Satadion Magetan. Badan serta baju mereka dibubuhi dengan cat berbagai warna.

Colour Run MRSF dengan terlebih dulu diawali penandatanganan naskah deklarasi persetujuan tertata berlalu lintas. Pembukaan serta penandatanganan di mulai oleh Bupati Magetan Suprawoto, Kapolres Magetan, dan OPD Pemkab Magetan.

Mereka lalu lari meniti jarak lebih kurang 4 Km. Dimulai dari Jalan Yosonegoro, Jalan Raya Maospati, Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Manggis, Jalan Basuki Berkah Utara, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Samudra, Jalan Yosudarso, Jalan Cempaka serta kembali lagi stadion di Jalan Yosonegoro.

Di tempat yg sama, mereka dihibur pentas musik DJ. Para milenial lantas tumpah ruah sembari melemparkan serbuk warna-warni mulai rambut sampai baju.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai menuturkan, peserta Colour Run MRSF didominasi golongan pelajar serta mahasiswa. Menurutnya, pekerjaan ini sekalian berubah menjadi tempat kampanye tertata berlalu lintas di Magetan. Lebih-lebih lagi sampai kini kelompok pelajar sangat banyak berubah menjadi korban kecelakaan di lokasi hukumnya.

” Medan jalan yg rata-rata di pegunungan banyak tanjakan serta tikungan. Karena itu perkara kecelakaan kerap berlangsung hingga kita sekalian pemasyarakatan tertata berlalulintas. Ini diinginkan dapat mendesak angka kecelakaan dikalangan pelajar Magetan, ” kata Kapolres pada wartawan di tempat, Minggu (17/2/2019) .

Kasat Lalu Polres Magetan AKP Himmawan Setiawan menuturkan, selama Januari 2019, terdaftar 42 insiden kecelakaan di Magetan yg memicu 8 nyawa melayang-layang. Dari banyaknya itu, 70 prosen libatkan golongan pelajar.

” Jika ketimbang Januari 2018 condong turunkan sejalan kami santer pemasyarakatan tertata berlalu lintas. Januari tahun yang lalu korban wafat capai 18 orang dari 72 perkara Kecelakaan, ” bebernya.

Beberapa peserta memandang, Colur Run MRSF adalah metode pemasyarakatan tertata berlalu lintas yg menyenangkan. Seperti yg dijelaskan Amelia (16) , asal Desa Sarangan.

” Rumah saya pelosok lereng Gunung Lawu mas. Turut pekerjaan ini supaya tak berlangsung kecelakaan, serta ini sembari ikuti pemasyarakatan di colour run ini. Dahsyat utamanya, ” cetusnya.

About admin