Home / kesehatan / Dampak Sering Sebut Si Kecil “Anak Papa” atau “Anak Mama”

Dampak Sering Sebut Si Kecil “Anak Papa” atau “Anak Mama”

Kadang-kadang tanpa disadari seorang ayah atau ibu mengutarakan sebuah kalimat yang tidak langsung menyebut jika anak cenderung lebih condong kepada salah satu orang tua. Sebagai contoh ‘ adek memang anak papa,akrab banget sama ayahnya’ atau sebaliknya. Namun bolehkah hal ini dilakukan?

Seorang psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, M.Psi, menyatakan kalau hal ini tidak boleh dilakukan karena memang hanya hati anak yang merasakan nyaman bersama siapa. Mewakili RaQQi (Human Development & Learning Centre), Ratih menyampaikan kepada detikHealth, Kamis (5/11/2015).

Sang psikolog menyatakan kalau kalimat tersebut dapat membuat sang anak berpikir kalau dirinya hanya anak dari salah satu pihak saja, papa atau mamanya. Padahal seharusnya pihak yang merasa kurang dekat dengan si kecil harus terus berupaya untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Memang saat anak cenderung lebih dekat ke salah satu orang tua, hal ini terkadang menjadi sebuah tantangan buat pihak yang kurang dekat dengan sang anak. Namun orang tua harus dapat melakukan evaluasi apakah memang respons serta attachment dengan sang anak telah cukup baik.

Namun yang perlu digarisbawahi dekat ke salah satu orang tua bukan berarti tak sayang walaupun biasanya terlihat kepada siapa anak lebih menurut.

About admin