Home / berita umum / Kemenkes Cegah Untuk Hepatitis Terus Meluas Ke Kabupaten

Kemenkes Cegah Untuk Hepatitis Terus Meluas Ke Kabupaten

Kemenkes Cegah Untuk Hepatitis Terus Meluas Ke Kabupaten – Wabah Hepatitis A yang menempa Pacitan mengundang perhatian pemerintah pusat. Team Riset serta Peningkatan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI hadir ke Pacitan untuk check sumber air.

Yaitu ke tempat pemungutan air di Sungai Sukorejo, Kecamatan Sudimoro. “Sesudah penyelidikan awalnya tuturnya airnya positif ecolli. Nah, jadi kami fikir jika telah ada ecolli peluang telah ada cemaran tinja. Serta itu jadi peluang untuk terdapatnya virus Hepatitis A. Tetapi belum juga pasti,” kata satu diantara anggota team, Triani waktu di konfirmasi, Rabu (3/6/2019).

Dia mengemukakan, proses kontrol untuk tahu kehadiran virus itu memerlukan waktu lama. Di antara satu minggu sampai 2 minggu. Sampel air yang diambil dari tempat dimasukkan ke wadah berbentuk botol plastik. Seterusnya sampel itu dibawa ke Jakarta untuk di teliti.

“Kita akan check di laboratorium dahulu,” paparnya.

Seperti pengamatan detikcom, tempat sumber air minum masyarakat ada di bentangan sungai yang jadi kering. Mereka berinisiatif membuat ceruk dengan menggali pasir serta bebatuan. Lubang berupa kotak memiliki ukuran 3 x 3 mtr. itu didukung dengan zak berisi pasir pada ke empat sisinya.

Sekilas air yang meresap serta terkumpul di kolam mini itu terlihat jernih. Setiap hari air dihisap serta dimasukkan ke sejumlah tabung plastik warna oranye. Semasing memiliki 1000 liter. Seterusnya air dialokasikan dengan kendaraan roda 4 ke rumah-rumah masyarakat.

“Dahulunya saya membuat sendiri. Terus makin lama masyarakat lainnya membuat semacam ini. Pada akhirnya ini saat ini diurus oleh warga serta dibagi-bagikan pada yang memerlukan,” sebut Santoso (54) pengelola sumber air pada detikcom.

Minimal ada 5 desa yang memercayakan kiriman air yang diambil dari sumber itu. Diantaranya Sumberejo, Sudimoro, Karangmulyo, Ketanggung serta Gunungrejo. Banyak wilayah itu adalah kantong riskan air bersih setiap musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Dr Eko Budiono menjelaskan, selama ini faksinya tidak berani pastikan pemicu tentu rantai penyebaran Hepatitis A di Pacitan timur. Riset yang dikerjakan awalnya cuma merasakan kandungan ecolli di air sungai Sumberejo sampai 2.400 per 100 mililiter. Walau sebenarnya ujung batas toleransi cuma 50 per 100 mililiter.

Sekarang ini, lanjut Eko, faksinya konsentrasi pada 2 langkah penting. Yaitu mensterilisasi air yang dialokasikan ke masyarakat dan memberi edukasi mengenai Skema Hidup Bersih serta Sehat (PHBS).

“Di tandon (tabung wadah air) kita kasih kaporit. Jika sungainya yang kita berikan klorin kurang efisien sebab airnya mengalir. Serta yang terus kita gencarkan ialah publikasi supaya warga melatih diri memasak air sampai betul-betul mendidih dalam tempo beberapa waktu,” katanya.

Berkaitan jumlahnya pasien Hepatitis A di wilayahnya, Eko mengatakan angka 992 orang. Jumlahnya itu adalah akumulasi semenjak pertama-tama diketemukan masalah pada Rabu (8/5). Menambahkan angka itu, jelas Eko, bukan bermakna menambahkan jumlahnya pasien. Tetapi karena peluang terdapatnya pasien lama yang baru terlaporkan.

About penulis77