Home / otomotif / Mendeteksi Kebocoran Yang Terjadi Pada Mobil Bekas

Mendeteksi Kebocoran Yang Terjadi Pada Mobil Bekas

Membeli sebuah mobil untuk memudahkan aktivitas sehari-hari boleh-boleh saja ditambah membelinya dengan kucuran keringat sendiri. Namun apabila dana yang dimiliki hanya cukup buat membeli mobil bekas itu pun bukan menjadi sebuah masalah karena banyak mobil bekas yang kondisinya masih cukup bagus.

Akan tetapi saat membeli mobil bekas ada beberapa hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah cairan di mobil. Mobil memang memerlukan cairan seperti halnya manusia supaya dapat berusia panjang, tetapi cairan ini adalah salah satu komponen yang paling mudah mengalami kerusakan.

Kebocoran pun sering ditemukan terlebih pada mobil bekas, yang membuat perlunya pemeriksaan secara seksama. Jika mengabaikan hal ini maka dapat berdampak pada kerugian besar atau bisa celaka.

Rata-rata setiap mobil memerlukan sekitar 30 liter cairan dalam sistemnya di samping bakan bakar. Cairan tersebut antara lain transmisi, oli mesin, radiator, power steering, minyak rem, aki serta air wiper.

Dikarenakan semuanya berdiri sendiri maka kita harus memperhatikan keseluruhan sistem tersebut. Pada umumnya kebocoran cairan dapat dideteksi sejak awal di kolong mobil. Akan tetapi ada bagian lain yang perlu juga diperhatikan untuk dapat mendeteksi kebocoran yakni pada blok mesin, radiator, selang serta pompa air.

About admin