Home / Uncategorized / Pengendara Mobil Ditangkap Polisi Akibat Membawa Pil PCC

Pengendara Mobil Ditangkap Polisi Akibat Membawa Pil PCC

Pengendara Mobil Ditangkap Polisi Akibat Membawa Pil PCC – Seseorang pengedara mobil Toyota Etios B 255 NUN ditangkap polisi sehabis tertangkap tangan miliki 10 butir pil PCC serta senjata airsoft gun. Tdk cuma itu, polisi juga menemukannya enam butir peluru senjata serbu SS1.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko menyampaikan, tersangka COI (30) diamankan kala petugas menyelenggarakan operasi cipta situasi (cipkon) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Operasi yg melibatkan Pemkot Bekasi serta BPOM ini, menyudahi banyak pengendara yg melintas di jalan protokol di Kota Bekasi.

Kala mobil Toyota Etios B 255 NUN tersangka di cek, polisi menemukannya 10 butir pil PCC, 7 tablet obat prohiper, 7 tablet merlopam serta satu tablet atarax. Kala badan warga Babelan, Kabupaten Bekasi ini digeledah, polisi juga menemukannya sepucuk pistol air softgun.

Bahkan juga, diketemukan 6 butir peluru asli SS1, 2 peluru asli revolver serta 8 peluru gotri air softgun. Terhadap polisi, sepucuk pistol air softgun itu dibawa buat perlindungan diri dari perbuatan kejahatan. Sesaat utk kepemilikan pil PCC yg mampu melenyapkan kesadaran itu, tersangka masihlah digali keterangannya.

”Namun pernyataan sesaat, pil PCC dibeli tersangka lewat web yg berada pada on line, ” ujarnya terhadap wartawan, Jumat (22/9/2017) . Menurut dia, peredaran pil PCC udah dilarang oleh pemerintah pusat lantaran membahayakan kesehatan costumer. Sebab, izin edar senyawa carisoprodol udah dicabut pemerintah pusat sejak mulai th. 2013.

Karna tingkah lakunya, COI dijerat Pasal 196 serta Pasal 197 UU RI No 36 th. 2009 perihal kesehatan serta UU Darurat No 12 th. 1951 perihal kepemilikan serta pemanfaatan senjata barah tanpa ada izin. Hukuman penjaranya di 5 th. serta denda Rp1 miliar.

Kasat Reserse Narkoba Polrestro Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda memberi tambahan, dalam cipkon itu petugas juga mengambil barang untuk bukti bersifat 13. 143 butir tablet bermacam brand. Belasan ribu obat itu diambil petugas lantaran yang miliki toko obat tak miliki izin edar serta dikira obat keras.

Menurut Ujang, belasan ribu butir obat itu diambil dari 10 apotek serta toko obat yg menyebar di Kota Bekasi. Ke dua tempat itu didatangi penyidik lantaran dikira tak miliki izin. Walaupun tak miliki izin, akan tetapi yang miliki toko tak ditahan. ”Tidak ditahan, diberi teguran saja, ” ujarnya.

About admin