Home / berita umum / Terjadi Pembobolan Kantor DPD Berkarya Surabaya

Terjadi Pembobolan Kantor DPD Berkarya Surabaya

Terjadi Pembobolan Kantor DPD Berkarya Surabaya – Dua aktor pembobolan Kantor DPD Partai Berkarya Kota Surabaya sudah ditangkap faksi kepolisian. Dari pernyataan aktor, tindakan pembobolan dikerjakan mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Ketua DPD Partai Berkarya Kota Surabaya Usman Hakim akui baru tahu tindakan pembobolan itu pada Kamis (18/7). Yaitu sesudah tahu berkas-berkas penting punya partai raib. Faksinya langsung memberikan laporan insiden itu kepada pihak kepolisian.

“Dari pernyataan aktor, (pembobolan) dikerjakan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Baru tempo hari saya tahu. Bahkan juga waktu bulan puasa saya bersama dengan pengurus bukber,” kata Usman Hakim, Jumat (19/7/2019).

Hakim mengemukakan jika dianya turut dalam penangkapan aktor bersama dengan petugas. Aktor akui lakukan pembobolan karena memerlukan uang untuk Lebaran.

“Faktanya mendekati hari raya mereka tidak menggenggam uang,” tambah Hakim.

Ke-2 aktor pembobolan yaitu Supriyadi serta Ridwan. Mereka tidak lain ialah penjaga Kantor DPD Partai Berkarya yang berada di Jalan Kutisari 54-55 Surabaya.

Hakim membetulkan bila kedua-duanya tidak memperoleh upah. Menurut dia dalam partai tidak ada ketentuan pengupahan lebih Berkarya adalah partai baru.

“Ya tidak ada upah. Jika di partai tidak bisa upah. Partai kita kan masih merayap. Jadi relawan-relawan. Jika dengan suka-rela tempo hari pada saat pencalegan ya lebih-lebih ada yang dua ratus ribu, ada yang seratus ribu, jadi suka-rela,” jelas Hakim.

Hakim membetulkan beberapa dokumen penting yang hilang. Menurut dia dokumen yang tersimpan di mejanya itu akan digunakan waktu penyalonan wali kota.

“Iya benar. Kata aktor disimpan di Kantor DPD. Tetapi belum bertemu,” lebih Hakim.

Hakim pun tidak tutup peluang bila itu adalah aksi sabotase untuk mencegat dianya dalam penyalonan wali kota melalui jalan berdiri sendiri. “Ya sangat mungkin sangkaan itu, karena satu dokumen mulai ijazah, akte, rekening, sertifikat semua ada di meja saya dalam kondisi terkunci, tetapi dibobol. Ya mungkin disabotase. wallahualam,” lanjut Hakim.

Pokoknya, Hakim menyerahkan seutuhnya pada pihak yang berwajib. “Kita berikan semua pada pihak yang berwajib. Inikan masalah ya. Semua kita mengambil hikmahnya,” pungkas Hakim.

About penulis77